Anak Kecil Yang Jujur

Posted by Foggy on 07:04 PM, 12-Dec-10 • Under: kisah motivasi
Ketika saya masih muda, saya membaca kisah "Pakaian Baru Sang Kaisar." Saya ragu-ragu tentang moral dari kisah itu akan terulang lagi. Karena setiap orang mengetahui kebenarannya dan bisa dengan jelas melihat bahwa kaisar itu tidak memakai sepotong pakaianpun, mengapa seorang pun tidak bisa mengatakan kebenaran? Ketika setahun telah lewat, saya pelan-pelan memahami bahwa menjadi orang yang selalu mengatakan kebenaran tidaklah sederhana, dan kadang-kadang diperlukan keberanian.

[Catatan Editor: " Pakaian Baru Sang Kaisar " adalah sebuah kisah oleh Penyair Denmark, Hans Christian Andersen diterbitkan pada tahun 1837. Itu adalah tentang seorang kaisar yang terikat dengan mode dan menyewa dua tukang jahit untuk membuat pakaian terbaik untuknya. Para tukang jahit itu mengambil keuntungan dari kesombongan sang kaisar dan mengatakan kepadanya bahwa kain pakaian yang mereka buat dibuat dari sesuatu yang tak dapat dilihat oleh orang-orang tingkat rendah. Sebenarnya, kain itu tidak ada sama sekali. Kaisar sendiri tidak bisa melihatnya, tetapi berpura-pura melihatnya karena rasa takut dianggap rendah. Semua menterinya juga menyatakan mengagumi kain yang tak tampak itu. Pada akhirnya, setelah "didandani" oleh para tukang jahit, kaisar melanjutkan suatu prosesi melalui kota besar untuk menunjukkan pakaian barunya (sebenarnya ia tidak mengenakan apapun selain celana dalamnya). Akhirnya, seorang anak berteriak dari kerumunan mengatakan bahwa kaisar tidak memakai pakaian apapun, dan setiap orang menyadari bahwa kaisar telah ditipu. Tetapi kaisar mengabaikan komentar dan melanjutkannya, dengan keras kepala percaya bahwa mereka orang-orang "tingkat rendah" tidak bisa melihat pakaian nya yang indah.]

Tentu saja, itu tidak penting bagi kebanyakan orang apa yang seorang kaisar pakai. Bagaimanapun, ketika kita berjumpa dengan hal-hal penting, tidak akankah kita semua menyukai orang lain untuk mengatakan kebenaran dengan kita?

Liu Xiang dari Dynasty Han Barat Cina menceritakan kisah berikut di dalam bukunya Shuo Yuan (suatu kumpulan pepatah-pepatah Confucius). Ada suatu keluarga dengan sebuah cerobong asap yang dipotong berbentuk lurus, dan setiap kali mereka mau menyalakan api, cerobong mengeluarkan banyak percikan api. Di sebelah cerobong itu ada gundukan kayu bakar. Seorang tamu menyarankan kepada pemilik, "Ini adalah terlalu berbahaya. Cerobong itu seharusnya menyerupai kurva dan kayu bakar itu harus sedikit lebih menjauhinya." Dengan agak tak sopan, pemilik mengucapkan terima kasih kepada tamu itu atas nasihatnya tetapi tidak menaruh perhatian terhadap apa yang ia katakan. Beberapa hari kemudian, percikan api jatuh ke tumpukan kayu bakar dan menyebabkan kebakaran. Untunglah, para tetangga semua bergerak dengan cepat membantu tepat waktu dan mencegah rumah dari kebakaran. Hari berikutnya, pemilik rumah mengadakan sebuah perjamuan yang besar untuk berterima kasih kepada semua tetangga atas bantuan mereka. Ia mengatur tempat duduk berdasar pada usaha setiap orang. Bagaimanapun, tamu yang pertama menasehatinya akan bahaya itu tidak diundang.

Jika kita adalah pemilik dari rumah itu, akankah kita mendengarkan nasihat tamu yang baik itu?

Sebagian orang sebenarnya pikirannya kacau. Mereka tidak hanya gagal menghargai atas nasihat baik tetapi juga menjadi kecewa dan mencari membalas dendam menentang mereka yang memberinya nasihat.

Tidak lama, saya membaca berita tentang Cheng Si Ying, seorang anak perempuan yang berumur sepuluh tahun duduk di kelas empat yang memberi beberapa penjelasan klarifikasi fakta tentang Falun Gong kepada gurunya. Dia berharap agar gurunya bisa mengetahui fakta kebenaran dan tidak mengikuti jejak partai komunis jahat. Tetapi gurunya tidak berterima kasih kepadanya atas kebenaran ini dan sebagai gantinya ia memanggil polisi. Anak perempuan itu dikurung di suatu sangkar besi dengan borgol dan belenggu-belenggu. Guru juga memberi setiap siswa satu yuan (sekitar $ 0,15) sebagai dorongan untuk melaporkan tentang seseorang di masa mendatang. Kemudian orang tua Cheng juga ditangkap, dan Cheng sendiri kehilangan kesempatan untuk pergi ke sekolah.

Dari para guru-guru di sekolah sampai pihak keamanan, banyak orang mungkin tidak percaya bahwa penganiaya Falun Gong oleh partai jahat adalah benar-benar berlangsung di Negeri China. Anak perempuan baik hati ini mengatakan kepada gurunya kebenaran, sama seperti anak di dalam kisah tadi mengatakan kepada kaisar bahwa ia telah ditipu oleh penjahit-penjahit itu. Namun ini kata-kata yang tidak bersalah yang sama yang membawa hasil-hasil yang sangat berbeda. Kata-kata anak itu di dalam dongeng membangkitkan orang-orang dan setiap orang mulai untuk mendiskusikan dan mengutuk kepalsuan. Tetapi kata-kata anak kecil Cheng membawa bencana baginya. Jika masyarakat terus seperti ini, siapa yang akan berani untuk mengatakan kebenaran?

Perhatikan saja alur dari hidup kita dan banyak sebab musabab kejadian yang kita alami; banyak di antara mereka boleh menjadi titik balik dan merubah masa depan kita. Pada kenyataannya, kita benar-benar tidak mengetahui banyak tentang masa depan kita. Jika kita menolak untuk menghadapi kebenaran sepanjang hidup kita sehari-hari, tidakkah itu sangat berbahaya? Jika masyarakat kita terus seperti ini, akan menjadi pemandangan yang menyedihkan untuk diamati!

Barangkali lingkungan kita membuat kita bersikap masa bodoh dan mati rasa. Bahkan ketika kita mengetahui kebenarannya, kita ketakutan untuk mengucapkannya. Bagaimanapun, seringkali kita adalah seseorang yang memutuskan bagaimana sesuatu harus terjadi.

Ini adalah kisah lain tentang menjadi orang yang selalu mengatakan kebenaran. Suatu ketika, ada seorang tukang cukur yang dulu ditugaskan untuk potong rambut kaisar. Ketika ia mendapatkan bahwa kaisar benar-benar botak, ia tertekan karena ia tidak bisa mengatakan kepada siapapun tentang hal itu. Suatu hari, ia tidak bisa menyimpan rahasia ini lagi. Maka, ia pergi ke suatu hutan dan berteriak pada sebuah pohon yang besar, "Kaisar itu adalah botak! Kaisar itu adalah botak!"

Kemudian, pohon itu ditebang dan digunakan untuk membuat sebuah genderang yang besar. Kapanpun seseorang memukulnya, orang bisa mendengar gemanya, "Kaisar itu adalah botak! Kaisar itu adalah botak!"

Ketika kita mengatakan kebenaran bahkan hanya kepada satu orang, Langit dapat mendengar kita. Ketika semua dari kita memulai untuk mengatakan kebenaran, usaha-usaha kita akan bertambah sedikit-demi sedikit dan membawa harapan pada dunia ini!
Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)

Security Code:
Enable Images